Jumat, 01 Februari 2013

Modif BMW 528i 1998, Not Daily Driven


Jakarta - “Cari E39 yang kondisi orisinil dan prima agak susah ya, sekalian aja cari yang sudah modif,” buka Thomas Jamail Jr. atau Tommy, sapaan akrabnya. Namun karena berjiwa car enthusiast sejati, mobil tersebut tetap dimodif lagi. “Kurang sreg kalau tak ada sentuhan ala selera saya,” jelasnya. Padahal BMW ini didapati menggunakan bemper asli M5 berikut lis bodinya.

Maka cat Aspen Silver bawaannya pun dikerok berganti Alpine White dari Spies Hecker. “Karena ini adalah warna putih bawaan BMW,” ucap pria ‘bule’ ini. Warna ini biasa dijumpai di M3 model 2010. “Selain itu warna putih cenderung menjadi center of attention kalau di jalan,” pendapat pria ramah ini. 

Agar semakin kentara sporty-nya, bemper depan belakang diberi sentuhan carbon fiber. “Lips spoiler carbon custom dari fiber, begitu juga ducktail dan diffuser belakang, soalnya saya suka sekali sama carbon!” lanjut pria kelahiran Texas ini. 
Tak puas dengan lampu depan standarnya yang buram, Tommy memasangkan lampu Hella versi angel eyes yang dibeli sekitar Rp 5 jutaan pun dipasang. “Lumayan murah dapatnya, kalau sekarang sekitar Rp 4,8 juta satu buah,” bangga penikmat segala jenis music ini. Sekarang tampilan depan pun kian sangar, ditunjang dengan hadirnya sepasang air funnel custom pada air dam depan.

Kesan sporty ditunjang desain velg Hamman PG3 ukuran 20x(8,5+9,5) inci, namun palang yang tadinya silver dicat lagi dengan kelir hitam dof. “Biar jadi black and white, monokromatik jadinya,” tukas karyawan perusahaan perminyakan ini. “Sekarang kalau dipakai jalan, sering jadi pusat perhatian orang, hahaha…” gelaknya. Ironisnya, ‘si putih’ ini malah lebih sering berdiam di garasi ketimbang jalan-jalan. Nah lho!(mobil.otomotifnet.com)

I LOVE CARBON 

Interior yang aslinya sudah pakai wood panel harus rela digusur dengan unsur karbon. “Wood panel asli wajib diampelas dulu, biar serat karbonnya bisa menempel erat di permukaannya,” buka Pramanandana, modifikator dari Wisesa Motorsport, Haji Nawi, Jakarta Selatan yang mengurusi total BMW ini. 

Serat karbon yang sudah menempel tersebut dilapis kembali dengan resin agar kuat. Untuk biaya pengerjaannya, Tommy mengaku habiskan biaya sekitar Rp 11 juta. Mahal? Enggak juga, karena “I love carbon!” teriak Tommy. Siap bos!

1 komentar: