Jumat, 01 Februari 2013

BMW 525i E34 1993, M5 Wanna Be..!


Peta permobilan dream car back to 90s di Tanah Air semakin marak. Hampir semua merek dan tipe mobil yang dianggap besutan impian sudah ada yang mulai mempopulerkan agar dibilang sang pionir. 

Di kubu mobil Eropa saja, sudah ramai dengan varian BMW E30, Mercedes-Benz W202 dan W210, Volvo 960 hingga Peugeot 806. Tetapi sebenarnya masih ada yang kelewat, yakni BMW E34 yang sering disapa Seri 5 'Buldog'.

Kekosongan atau minimnya pemain dream car back to 90s untuk varian E34 ini dimanfaatkan Risang Dewadatta yang memang doyan bangun mobil jadul. “Seri 5 E34 jarang ada yang ngelirik karena terbilang rewel, makanya gue coba nyebur,” bisik Risang.

LIMITED EDITION
Tak tanggung-tanggung, Risang berburu hingga 2 buah varian E34 yang sama persis alias kembar. Pria yang bermukim di area Bintaro ini, sebelumnya sempat sukses 'membuat' BMW 528i E39 'single tuner' Alpina.

Kali ini Risang berhasil menebus 2 buah BMW seri 5 E34 versi limited edition sekaligus. “Ciri yang paling mencolok adalah transmisi otomatis dan elektrik sunroof bawaan pabrik,” sahutnya bangga.

Tak hanya opsi dan fitur terbilang langka, warna keduanya pun identik dengan rona biru tua metalik khas BMW. Sekarang tinggal menggarap sedan bongsor tipe 525i yang dibeli dalam waktu cukup berdekatan ini.

Hanya saja, Risang tak mau serakah menggarap keduanya. Dengan alasan biar fokus, hanya 1 mobil saja yang dibangun bergaya M5 E34. “Saya pilih 525i keluaran 1991 untuk dipercantik dengan gaya M5, sementara seri 5 yang satu dibiarkan standar pabrik,” ungkap Risang.

Dimulai dengan mengecat mobil secara parsial dengan warna yang sama.  Bodi masih tergolong apik. Hanya beberapa panel seperti kap mesin, sepatbor belakang kiri-kanan dan atap yang sudah lusuh termakan usia.

Risang lantas mengirim mobil ke New Face Paint Factory di bilangan Karang Tengah, Jaksel untuk peremajaan bodi. Tak hanya menggarap cat yang sudah kusam, ternyata bodi ikut di-facelift ke tipe 530i 'Individual'.
Mulai dari kap mesin, gril, sepasang spion luar dan dudukan pelat nomer diganti pakai BMW E34 yang lazim bermesin V8 ini. Untuk urusan bodi saja, sudah terbayang biaya yang harus keluar. 

“Ini belum seberapa karena yang paling krusial justru pada body kit M5 yang terdiri dari bumper depan, bumper belakang dan side skirt lantaran jarang banget di lantai bursa,” tutur Risang. 

Sambil mobil dikerjakan, Risang mulai berburu pernik M5 orisinal yang di negara asalnya, Jerman juga mulai langka.

Uniknya, pria berambut tipis justru mendapat banyak support  komponen M5 asli dari teman-teman di Jakarta. “Mulai dari body kit lengkap, panel interior, setir hingga jok elektrik malah dapat di Jakarta,” kenangnya.

Makin semangat saja Risang mendandani mobil. Dengan rasa tidak sabar menunggu bodi kelar dicat, perburuan terus berlanjut. Tantangan semakin sulit, khususnya pada bagian interior.
Pasalnya parts pendukung mobil yang dicari tergolong semakin langka seperti spion dalam dengan sensor lampu, panel On Board Computer (OBC) model 6 tombol dan lampu kabin model 3 baris. Belum lagi sun visor yang sudah dilengkapi lampu kecil.

Masih belum selesai tugas Risang. Interior masih saja terasa kurang sebab seri M5 E34 terlahir dengan kabin full leather. “Seluruh interior dicarikan versi leather OEM untuk M5 termasuk jok kulit dengan pengaturan elektrik,” ungkapnya.

Tetapi bukan Risang namanya kalau tak mendapat barang yang diincar. Dalam waktu sebulan saja, semua pernik orisinal M5 berhasil dikumpulkan. Bersamaan dengan kelarnya bodi, komponen tadi langsung dipasangkan.

Sekarang tinggal mendandani bagian eksterior seperti kaki-kaki. Serapi apapun sebuah sedan premium, tak bakal gagah bila kaki-kaki tetap standar.

Makanya Risang berburu pelek sangar yang masih masuk pada era '90-an. Pilihan jatuh ke pelek MK Motorsport palang 6 yang dulu memang jadi langganan penghias kolong sepatbor E34. Beruntung, Risang mendapat ukuran unik 8,5 inci (depan dan 10 inci (belakang) dengan garis tengah 18 inci.

Tampilan semakin M5 setelah suspensi ikut dibenahi dengan metode 'potkit' alias potong dikit per keong orisinal. Kondisi ban yang nyaris menyentuh bibir sepatbor membuat mobil terlihat makin ganteng.(mobil.otomotifnet.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar